Apa yang kalian ketahui dari negara Indonesia?
Kalau membahas mengenai Negara Indonesia pasti kita langsung teringat tentang kebudayaannya yang khas, keindahan alamnya yang sangat menakjubkan ataupun adat istiadatnya yang sangat beragam. Berbicara mengenai ritual adat pernikahan kita juga sudah tahu betul bahwa setiap daerah memiliki ritual yang berbeda dan juga unik seperti di daerah Sulawesi Selatan dikenal istilah mappacci (malam pacar), atau adat jawa yaitu siraman atau sembah sungkem dan masih banyak ritual adat lainnya tetapi kita jarang sekali mengingat bahwa adat istiadat tidak hanya terbatas pada acara ritualnya yang unik namun ada hal lain yang juga menarik dibalik ritual tersebut yaitu sifat gotong-royong yang dimiliki masyarakat Indonesia dalam mempersiapkan adat istiadat yang akan dilakukan, baik ritual keagamaan maupun acara pesta pernikahan.
Jika dilihat di Negara lain, apabila ada salah satu keluarga yang ingin mengadakan pesta pernikahan, yang akan mengurus acara tersebut hanya keluarga tersebut tanpa melibatkan sedikitpun tetangga-tetangga mereka itu sebabnya mereka terkadang bersifat individualis dan kurang peduli dengan sesama tetangga mereka. Berbeda dengan yang terjadi di Negara kita ini jika ada salah satu keluarga yang hendak mengadakan pesta baik itu diadakan di rumah maupun berlangsung di gedung. Para tetangga saling bahu membahu membantu si pemilik acara dalam mempersiapkan acaranya.
Jika memang ada yang seperti itu, bisakah disebutkan di daerah mana di Indonesia yang melakukan hal demikian?
Contoh konkritnya bisa kita lihat di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Jika ada yang hendak mengadakan pesta pernikahan minimal 3 hari sebelum Hari-H nya dimulai para tetangga sudah datang membantu si pemilik acara baik berupa materiil maupun tenaga. Mereka bekerja sama menyiapkan jamuan untuk para undangan, berbagi tugas memasak, membuat kue dan hal-hal lain yang sangat meringankan pekerjaan si pemilik acara padahal mereka tidak dibayar apapun untuk itu dan hanya mengerjakan dengan suka rela. Tidak hanya sebatas membantu lewat tenaga terkadang para tetangga memberi bantuan material seperti menyumbang beras, terigu, atau minyak goreng. Berbagai kue khas daerah Makassar sengaja dibuat untuk para tamu yang datang sebelum hari H. Banyak kisah menarik lainnya dibalik masak bersama ini, yaitu terkadang disela-sela kesibukan tersebut, mereka saling bercerita-cerita tentang kehidupan mereka masing-masing, saling bersenda gurau yang membuat mereka terlihat seperti sebuah keluarga. Karena masak bersama ini menjadikan mereka dekat satu sama lain sehingga apabila tetangga yang lain ingin mengadakan pesta serupa tetangga yang lain juga ikut membantu. Mereka saling berbaur, tidak peduli yang kaya dan miskin, tua dan muda semua ikut membantu.
Di daerah Makassar khususnya kabupaten Sinjai hampir seluruhnya dapat dikatakan masih menjalankan tradisi masak bersama ini. Dalam masak bersama mereka tidak hanya datang sekali tetapi mereka membantu sampai hari H-nya tiba. Peran tetangga sangat terlihat di daerah ini. Pesta pernikahan di daerah ini sangat jarang diadakan di gedung melainkan di rumah sendiri. Resiko mengadakan pesta di rumah yaitu terbatasnya peralatan yang tersedia di rumah sehingga disinilah peran tetangga sangat membantu. Mereka terkadang meminjamkan piring, sendok dan peralatan lainnya yang dibutuhkan oleh pemilik acara.
Di daerah Makassar lainnya yang masih menjalankan tradisi masak bersama yaitu kabupaten Bone. Tradisi masak bersama ini sangat terasa jika anda berkunjung ke tempat penyelenggara acara. Bukan hanya tetangga yang tinggal di sekitar rumah yang datang bahkan tetangga yang rumahnya bisa dianggap sangat jauh dari tempat acara ikut membantu. Disinilah kita bisa melihat sifat gotong royong yang tinggi dari masyarakat Bone. Sifat kepedulian terhadap sesama menjadikan mereka terlihat rukun.
Selain di daerah Makassar, daerah mana lagi yang melakukan hal demikian?
Di daerah lain di Indonesiapun melakukan hal yang sama, seperti yang terjadi di Minangkabau, Sumatera Barat. Tradisi masak bersama masih dilakukan sampai saat ini, hal tersebut biasanya dilakukan untuk menyiapkan acara pesta perkawinan atau disana dikenal dengan nama “Baralek”. Masak bersama ini biasanya tidak dilakukan di dalam rumah atau umumnya memasak di dapur melainkan diluar rumah (Lapangan), para ibu-ibu bergotong-royong menyiapkan makanan yang akan disuguhkan pada acara Baralek tersebut. Biasanya mereka memasak makanan khas Minangkabau untuk para tamu seperti rendang,asam pedas atau dendeng balado. Masakan ini biasanya tidak hanya disajikan dalam acara baralek namun sering juga disajikan dalam pesta adat karena memasak makanan lezat merupakan salah satu budaya dan kebiasaan masyarakat Minangkabau.
Masak bersama ini tergolong unik karena hal ini jarang ditemui di Negara manapun di dunia, masak bersama ini juga menunjukkan sikap toleransi yang besar masyarakat Indonesia sehingga tidak salah jika masyarakat di Indonesia dikenal ramah oleh masyarakat dunia. Tradisi masak bersama ini juga berfungsi agar tidak ada lagi perbedaan diantara masyarakat baik itu kaya, miskin semua menjadi satu, sehingga tradisi ini perlu di lestarikan.
Tradisi gotong royong ini merupakan kebanggaan tersendiri yang jarang ditemui di Negara manapun sehingga kita patut berbangga diri karena menjadi bagian dari masyarakat Indonesia yang masih menjunjung tinggi sifat kekeluargaan. menjadikan tradisi gotong-royong ini menjadi ciri khas masyarakat Indonesia dan PALING INDONESIA.
Gambar : dari berbagai sumber (Masak Bersama)
Postingan ini diikut sertakan dalam lomba blog bersama Komunitas Blogger Makassar, AngingMammiri.org bekerja sama dengan Telkomsel area SUMALPUA (Sulawesi,Maluku,Papua) dalam rangka ulang tahun ke 17 Telkomsel dengan tema "PALING INDONESIA".
"Happy Birthday Telkomsel ^_^ "


@Adang N M IThanks udah koment, lomba yg menarik ^_^
BalasHapus