Tema : Ketika Pemuda
Telah Terbiasa Dengan Dosa
Ketika Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak
lagi menjadi pedoman hidup
Remaja
merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Dimana, pada
masa tersebut terjadi perubahan fisik, maupun psikologis. Berbicara mengenai
remaja, masa dimana tidak lagi dikatakan sebagai anak-anak dan tidak pula
dikatakan sebagai orang dewasa sehingga pada masa tersebut, seorang remaja
masih mencari jati dirinya. Hal tersebut yang menjadi polemik bagi remaja itu
sendiri, karena keinginan untuk mencoba-coba hal-hal baru sangat besar sehingga
hal-hal baru dapat masuk secara mudah ke dalam diri mereka. Remaja yang kurang
memiliki cukup ilmu seringkali meluapkan kelebihan energinya kearah negatif dan
menyimpang hal inilah yang disebut dengan kenakalan remaja. Meskipun banyak
remaja yang berprestasi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah kenakalan
remaja juga tidak sedikit. Tawuran merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja
saat ini.
Tawuran
yang marak terjadi sungguh mengkhawatirkan karena umumnya dilakukan oleh
pelajar. Pelajar yang sejatinya merupakan orang-orang pilihan yang berilmu harusnya
menjadi contoh bagi orang-orang diluar sana yang tidak memiliki kesempatan
mendapat pendidikan formal. Namun, yang berkembang sekarang ini justru
sebaliknya mereka yang mengaku dirinya sebagai seorang terpelajar cenderung
gemar melakukan perusakan dimana-mana, melakukan tawuran yang sangat meresahkan
masyarakat dan tidak mencerminkan sama sekali sebagai seseorang yang
terpelajar. Dampak dari tawuran tersebut
tidak lagi hanya dirasakan oleh kedua belah pihak yang saling berseteru namun
berbagai pihak juga terkena dampaknya karena pelaku tawuran sekarang ini cenderung
merusak fasilitas-fasilitas yang ada. Pelaku tawuran tidak segan untuk
menyakiti lawannya padahal Allah ta`ala telah
berfirman di dalam surat Al-ahzab ayat 58 :
{ والذين
يؤذون المؤمنين والمؤمنات بغير مااكتسبوا فقد
احتملوا بهتانا واثما مبينا
} [الاحزاب : 58]
Dan
orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan
yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa
yang nyata.
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam
bersabda :
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده
" (اخرجاه )
Muslim
(yang sempurna imannya ) adalah orang yang selamat kaum muslimin dari gangguan
lisan dan tangannya “ (H.R.Bukhari Muslim )
Telah jelas bahwa muslim
yang sempurna imannya adalah seseorang yang mampu menahan diri untuk tidak
menyakiti saudara-saudara mukmin. Pelaku tawuranpun pada dasarnya mengetahui
bahwa menyakiti orang lain merupakan dosa namun, minimnya ilmu agama yang
dimiliki sehingga dosa menjadi hal yang biasa bagi mereka.
Segala
permasalahan yang terjadi pada remaja disebabkan karena Al-Qur’an dan As-Sunnah
telah jauh dari diri-diri mereka. Bisa kita bandingkan berapa banyak jumlah
jamaah di mesjid dengan jumlah orang-orang yang masih berkeliaran tidak jelas
bahkan pada jam Sholat sekalipun.
Namun,
tidak ada kata terlambat untuk berubah. Kembali kepada Al-Qur’an dan As-sunnah
merupakan solusi konkrit mengatasi kenakalan remaja karena Al-Qur’an dan As-sunnah
merupakan pedoman hidup umat manusia. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ
فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى {123} وَمَنْ
أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Maka
jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku,
ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling
dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami
akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (Q.S Thaha:
123, 124).
Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَرَكْتُ
فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ
وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
Aku
telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang
kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits
Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu
Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal
Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).
Sehingga apabila kita berpegang teguh pada Al-Qur’an dan
Sunnah rasul kita tidak akan mengambil jalan yang sesat.
Peran serta orangtua dalam pembinaan
moral dan pemahaman Agama sangat diperlukan dan sebaiknya dilakukan sedini
mungkin sehingga apabila anak-anak menginjak masa remaja sudah dapat membedakan
yang baik dan buruk sehingga nantinya mereka tidak terjerumus pada kenakalan
remaja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar