Social Media

Facebook

Rabu, 28 Oktober 2015

lomba menulis opini



Tema : Ketika Pemuda Telah Terbiasa Dengan Dosa

Ketika Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak lagi menjadi pedoman hidup

Remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menjadi dewasa. Dimana, pada masa tersebut terjadi perubahan fisik, maupun psikologis. Berbicara mengenai remaja, masa dimana tidak lagi dikatakan sebagai anak-anak dan tidak pula dikatakan sebagai orang dewasa sehingga pada masa tersebut, seorang remaja masih mencari jati dirinya. Hal tersebut yang menjadi polemik bagi remaja itu sendiri, karena keinginan untuk mencoba-coba hal-hal baru sangat besar sehingga hal-hal baru dapat masuk secara mudah ke dalam diri mereka. Remaja yang kurang memiliki cukup ilmu seringkali meluapkan kelebihan energinya kearah negatif dan menyimpang hal inilah yang disebut dengan kenakalan remaja. Meskipun banyak remaja yang berprestasi, namun tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah kenakalan remaja juga tidak sedikit. Tawuran merupakan salah satu bentuk kenakalan remaja saat ini.
Tawuran yang marak terjadi sungguh mengkhawatirkan karena umumnya dilakukan oleh pelajar. Pelajar yang sejatinya merupakan orang-orang pilihan yang berilmu harusnya menjadi contoh bagi orang-orang diluar sana yang tidak memiliki kesempatan mendapat pendidikan formal. Namun, yang berkembang sekarang ini justru sebaliknya mereka yang mengaku dirinya sebagai seorang terpelajar cenderung gemar melakukan perusakan dimana-mana, melakukan tawuran yang sangat meresahkan masyarakat dan tidak mencerminkan sama sekali sebagai seseorang yang terpelajar. Dampak  dari tawuran tersebut tidak lagi hanya dirasakan oleh kedua belah pihak yang saling berseteru namun berbagai pihak juga terkena dampaknya karena pelaku tawuran sekarang ini cenderung merusak fasilitas-fasilitas yang ada. Pelaku tawuran tidak segan untuk menyakiti lawannya padahal Allah ta`ala telah berfirman di dalam surat Al-ahzab ayat 58 :
{ والذين يؤذون المؤمنين والمؤمنات بغير مااكتسبوا فقد احتملوا بهتانا واثما مبينا } [الاحزاب : 58]
Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
Rasulullah shallallahu `alaihi wasallam bersabda :
المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده " (اخرجاه )
Muslim (yang sempurna imannya ) adalah orang yang selamat kaum muslimin dari gangguan lisan dan tangannya “ (H.R.Bukhari Muslim )
Telah jelas bahwa muslim yang sempurna imannya adalah seseorang yang mampu menahan diri untuk tidak menyakiti saudara-saudara mukmin. Pelaku tawuranpun pada dasarnya mengetahui bahwa menyakiti orang lain merupakan dosa namun, minimnya ilmu agama yang dimiliki sehingga dosa menjadi hal yang biasa bagi mereka.
Segala permasalahan yang terjadi pada remaja disebabkan karena Al-Qur’an dan As-Sunnah telah jauh dari diri-diri mereka. Bisa kita bandingkan berapa banyak jumlah jamaah di mesjid dengan jumlah orang-orang yang masih berkeliaran tidak jelas bahkan pada jam Sholat sekalipun.
Namun, tidak ada kata terlambat untuk berubah. Kembali kepada Al-Qur’an dan As-sunnah merupakan solusi konkrit mengatasi kenakalan remaja karena Al-Qur’an dan As-sunnah merupakan pedoman hidup umat manusia. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى  {123} وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى
Maka jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, lalu barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan ia tidak akan celaka. Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. (Q.S Thaha: 123, 124).
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ
Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya. (Hadits Shahih Lighairihi, H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm. Dishahihkan oleh Syaikh Salim al-Hilali di dalam At Ta’zhim wal Minnah fil Intisharis Sunnah, hlm. 12-13).
Sehingga apabila kita berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah rasul kita tidak akan mengambil jalan yang sesat.
            Peran serta orangtua dalam pembinaan moral dan pemahaman Agama sangat diperlukan dan sebaiknya dilakukan sedini mungkin sehingga apabila anak-anak menginjak masa remaja sudah dapat membedakan yang baik dan buruk sehingga nantinya mereka tidak terjerumus pada kenakalan remaja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
 
Blogger Templates