Dalam lamunan tiba tiba kutersadar
Adakah perasaan ini nyata?
Ataukah hanya bagian dari imajinasi belaka?
Wujudnya tak terlihat
Namun terasa sangat
Hingga kutakut hatiku kan terjerat
Tak kumenafikan
Bahwa hingga kini perasaan itu masih ada
Bukan kutak ingin mengungkapkan rasa dalam kata dan sikap yang ada
Namun sungguh kutakut Dia murka
Tenanglah rasa
Merasakan cinta itu fitrah
namun urusan hati jangan dibuat terburu buru
Sebab kutakutkan rasa ini hanyalah cinta semu
Janganlah sampai diri ini terperdaya dengan kesenangan yang menipu
Hingga izzah dan iffah tak lagi terjaga
Yang hanya akan membuat syetan tertawa dengan girangnya
Tenanglah rasa
Aku tak ingin dibuat terlena oleh angan-angan
Jika memang engkau adalah harapan
Biar kusandarkan hanya kepada sang Pemilik jiwa
Bukankah hatiku dan hatimu MilikNya?
Karena aku hanya mengharap Ridho-Nya
Sebab Dialah sang Maha Cinta
KetetapanNya tentulah yang terbaik
Untuk itu tenanglah rasa...
Hingga diri ini akan menjemput satu-satunya hati yang Dia Ridhoi...
.
.
.
~MR~
Kamis, 29 Oktober 2015
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar